Showing posts with label catatan kecil. Show all posts
Showing posts with label catatan kecil. Show all posts
5.16.2012
4.23.2012
Kubiarkan Nurani Bicara
Biar kuceritakan sedikit rahasia ini.
Mungkin aku buta karena tak mampu melihat arah tujuanku sendiri. Mungkin
aku bisu karena tak mampu bertanya arah mana yang harus aku lalui. Mungkin aku
lumpuh karena tidak mampu tegas atas diriku sendiri.
Tapi aku tidak tuli, karena aku masih mendengar kemana nuraniku memanggil. Dan hatiku. Ia tidak buta. Tidak bisu. Tidak tuli. Dan tidak lumpuh. Hatiku
tahu kemana aku harus melangkah. Akan kuikuti saja dia. Lagipula aku tidak
mungkin menyesatkan diriku sendiri. Sesungguhnya hati tahu mana baik dan buruk.
Benar dan salah. Berbeda dengan pikiran. Bisa memutar otak. Membuat baik
menjadi buruk. Dan membuat salah menjadi benar.
Aku sedang diperdaya diriku sendiri. Aku merasakannya. Pernah menyesal? Ya,
seperti itulah. Tapi tidak lama penyesalan itu akan hilang. Lalu aku berbuat
salah lagi. Lagi dan lagi. Seolah yang aku lakukan adalah baik dan benar.
Hidup memang tentang bagaimana memutar otak supaya kita survive. Tapi
memberi sedikit waktu untuk mendengarkan hati dan nurani bicara adalah sebuah
keharusan, terutama bagi diriku sendiri. Jika aku bertanya, maka ia menjawab. Dan
aku akan puas. Hati dan nurani itu seperti wakil Tuhan (Allah swt) yang ke-sekian.
4.21.2012
A little expectation
I dream of rain
I dream of place
I dream of we were there
I dream the love promises
I wake, with a prey in
my head
looking for the oportunity
to catch you
I dream of writing a tale by
a feather pen
And it must be happy ending
I wake, I found many mines
in my bed
Waved on one’s hand
I dream of our spirit flying
away
walking in a down town
I wake, And I knew
I just dream
It was like a dream
No one ever tortured me more than this
4.17.2012
Cita dan Cinta
Kamu terlihat cool, dengan potongan rambut baru yang bikin pangling.
Ganteng. Ya, Cuma itu yang ada dipikiranku sekarang. Sambil menunggu minuman yang kita pesan, diam-diam
aku melirik untuk mengagumi penampilanmu malam ini.
Sudah hampir setengah jam, dan kamu masih berdiam diri. Memandangi gelas yang isinya sudah habis. Lalu
kamu menarik napas. Spontan, aku langsung mengarahkan mataku padamu. eh aku kira
kamu akan memulai bicara, tapi sekarang malah memainkan es. Memutar-mutarnya dengan
sedotan.
Malam ini kita ketemu ya? Aku mau bicara, penting!
Pesan itu masih terngiang dalam benakku. Sepenting apa sih? Ayo dong!
penasaran nih.
“Mau pesan makan
dulu?” Kamu seperti sedang mencari cara membuat dirimu tenang. Matamu menatapku
tajam. Ada cinta, juga beban disana.
“Tidak usah. Aku
mau dengar.. “ belum selesai, kamu langsung memotong.
“Minggu depan aku
ke Jakarta. Jadi mahasiswa disana.” Sekarang kau malah bersemangat. Cuma ini
saja, dan aku harus menunggu lama? Tapi matamu sayu. Mencurigakan. Ingin
bertanya kenapa atau ada apa? Tapi aku masih tahan dan coba sabar.
“hah?? bagus
dong. Bukannya cita-cita kamu kuliah disana?” Sepertinya aku mulai tahu kemana arah
pembicaraan kita.
“iya...” Suaranya melembut sekarang.
“iya.. terus? Apa
kita masih pacaran?” Aku tidak tahan. Sudah habis kesabaranku. Aku tidak mau kamu mengundur-undur atau berdiam diri lagi.
Lima jari kananmu
menyisir rambut depan, kebelakang. Kemudian bersandar pada kursi yang lebih
mirip sofa. Sangat keren. “Ya iya dong sayang, Long distance relationship masih bisa kan? Kalau kamu
percaya..” Ingin menjerit rasanya. Sama sekali tidak pernah kubayangkan kalau saat-saat
ini akan datang.
Rindu itu sama
sekali tidak indah, tidak manis, dan tentu saja tidak enak. Menyiksa.
“Cita atau
cinta?? Kamu menatapku dengan mata penuh pertannyaan.
Baiklah, tidak usah. Aku tau jawabannya.
Baiklah, tidak usah. Aku tau jawabannya.
4.16.2012
A Friend from US
Some days ago. A girl
sent me an email. She’s from US. And I knew her from jendelasastra. At first, she wrote by Indonesian. Emm, not bad. And not good enough yet. Hhhmm i knew
she use google translate. It's oke, my English still bad either. And also she wrote by
English. She said...
Hello Can we Be Friends? Am joy, Oneil da of 23 years of
age,I saw your profile which interested me much and i decided to contact you.I
really want to have a good friendship with you i want us to be friends OK ,i
have a reason of selecting you as my friend,pl if you wish to know my reasons
try contact me through this my email *.. We need to talk and know yourself more
and equally share pictures to each other.hope to hear from you. Bye with a warmly
hugs. my email is *.. please write me now with it.
I’m glad to have new
friends from other countries.. welcome Joy! i’ve answered your email. And now,
i’m waiting for your answer back. :)
4.14.2012
Undangan Khusus untuk Kiki. GRATIS!
Pengen ikut Sekolah Menulis Online. Tapi ga pernah jadi. Adaa aja halangannya. Eeeh siang ini iseng-iseng check email, dapet undangan ini dari PenulisHebat.com
Halo Kiki
Apa kabar? Semoga baik-baik saja, ya.
..
Sebagai penghargaan atas kesetiaan Kiki dalam mengikuti newsletter ini, maka saya mengundang Kiki secara khusus untuk bergabung dengan Sekolah-Menulis Online Kelas GRATIS.
Atau kita singkat saja SMO GRATIS.
Sesuai namanya, SMO Gratis ini 100 % GRATIS!!!
Sekolah Menulis Online? Kelas gratis? yaaa it doesn’t matter. i love to join them :)
4.11.2012
Pasangan Jiwa
Pasangan jiwa itu seperti kehidupan dan kematian, tak ada yang tahu kapan dia datang. Pasangan jiwa bisa saja benar-benar ada. Mungkin memang ada seseorang yang Tuhan ciptakan hanya untukmu. Seseorang yang Tuhan takdirkan untuk mengisi ruang kosong dalam hatimu.
Percaya ga percaya, seorang psikolog menggambarkan, ketika kamu berjumpa pasangan jiwamu, Kamu akan merasakan seolah-olah kamu ingin selalu bersamanya, tidak hanya dalam kehidupan di dunia ini, tapi untuk selamanya.
"Untuk setiap saat, setiap menit waktu yang Anda luangkan bersamanya, Anda akan merasakan seolah "pulang ke rumah"" katanya. Dasyat yaa..?
Kita tidak pernah tau siapa pasangan jiwa kita, tapi ternyata hati kita sudah lebih dulu tahu.
So, siapa yang sudah merasakannya?
Soal pasang memasangkan, jodoh menjodohkan, balik lagi itu adalah urusan Tuhan.
Ada seseorang yang bilang, “Dalam menjalani sebuah hubungan, maka JALANI SAJA.”
Pada awalnya, setuju tidak setuju. Karena kata “jalani” itu bisa jadi memiliki dua makna yang berbeda (tak usah dibahas lebih lanjut). Tapi setelah dipikir-pikir, ya memang harus begitulah kita. Ikuti saja air yang mengalir, toh suatu saat akan tiba pada muaranya masing-masing. Tanpa perlu repot-repot menghabiskan energi memikirkan, diakah pasangan jiwa kita?
Seperti makna dalam QS annur ayat 26: “Laki-laki yang baik, untuk wanita-wanita yang baik. Dan begitu pula sebaliknya”
Seperti makna dalam QS annur ayat 26: “Laki-laki yang baik, untuk wanita-wanita yang baik. Dan begitu pula sebaliknya”
Oh ya, satu lagi. Mungkin kita boleh menemukan pasangan jiwa kita, tetapi untuk mencintai dan tetap bersamanya adalah sebuah pilihan.
dikutip dari KOMPAS
4.09.2012
Ada yang hilang
Aku merasa ada yang hilang
tanpa tahu apa yang sudah aku temukan
Aku merasa menemukan tanpa tahu apa yang aku cari
dan aku seperti masih mencari tanpa tahu apa yg sudah hilang
Manusia memiliki mimpi ..
ada yg mengejar dan mewujudkannya,
ada yg mundur dan membuangnya,
ada pula yang diam dan hanya menyimpannya sepanjang sisa hidupnya
dan aku akan menjadi manusia yg terakhir itu
Aku lelah,
dan aku telah sampai dimana aku menoleh dan menyadari
aku tidak pernah menemukan apa-apa
dan bahwa seumur hidupku
aku hanya pura-pura bahagia
(puisi milik BCL)
tanpa tahu apa yang sudah aku temukan
Aku merasa menemukan tanpa tahu apa yang aku cari
dan aku seperti masih mencari tanpa tahu apa yg sudah hilang
Manusia memiliki mimpi ..
ada yg mengejar dan mewujudkannya,
ada yg mundur dan membuangnya,
ada pula yang diam dan hanya menyimpannya sepanjang sisa hidupnya
dan aku akan menjadi manusia yg terakhir itu
Aku lelah,
dan aku telah sampai dimana aku menoleh dan menyadari
aku tidak pernah menemukan apa-apa
dan bahwa seumur hidupku
aku hanya pura-pura bahagia
(puisi milik BCL)
percakapan bayi dengan Tuhan
Suatu pagi seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Dia bertanya kepada Tuhan.
Bayi : "Para malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tetapi bagaimana caraku hidup di sana? aku begitu kecil & lemah."
Tuhan : "Aku sudah memilih 1 malaikat untukmu. Ia akan menjaga dan mengasihimu."
Bayi : "Tapi di sini di dalam surga apa yang pernah kulakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagiku."
Tuhan : "Malaikatmu akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan kamu akan merasakan kehangatan cintanya dan menjadi lebih berbahagia."
Bayi : "Dan bagaimana aku bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku jika aku tidak mengerti bahasa mereka?"
Tuhan : "Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa paling indah yang pernah engkau dengar dan dengan penuh kesabaran dan perhatian dia akan mengajarkanmu bagaimana cara berbicara."
Bayi : "Apa yang bisa aku lakukan saat aku ingin berbicara kepadamu?"
Tuhan : "Malaikatmu akan mengajarkanmu bagaimana cara berdoa."
Bayi : "Aku dengar bahwa di bumi banyak orang yang jahat, siapakah nanti yang akan melindungiku?"
Tuhan : "Malaikatmu akan melindungimu walaupun hal itu akan mengancam jiwanya."
Bayi : "Tapi aku pasti akan sedih karena tidak melihatMu lagi."
Tuhan : "Malaikatmu akan menceritakan padamu tentang-Ku dan akan mengajarkan bagaimana agar kamu bisa kembali kepada-Ku, walaupun sesungguhnya Aku akan selalu berada di sisimu."
Saat itu surga begitu tenang. Sehingga suara dari bumi dapat terdengar dan sang bayi bertanya lagi perlahan.
"Tuhan, jika saya harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahuku nama malaikat tersebut?"
4.08.2012
mangkuk yang cantik, madu dan sehelai rambut
Fatimah r.ha.berkata, "Seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk yang cantik, wanita yang berpurdah itu lebih manis dari madu, dan mendapatkan seorang wanita yang tak pernah dilihat orang lain kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut".
note:
purdah: 1. tirai penutup ruang yg ditempati wanita agar tidak terlihat; (nomina)
2. kain penutup muka untuk wanita; cadar (nomina)
4.06.2012
berjalan harus berhenti
aku terus berjalan tanpa tau kapan harus berhenti
aku lelah karena tak pernah sampai diujung jalan
aku takut jika ternyata, aku hanya berputar-putar pada jalan yang melingkar
tapi aku benci luka, karena itu aku terus berjalan..
bukankah hidup menjadi sempurna karena ada luka?
sampai aku sadari akhirnya, hidupmu bukan untukku dan hidupku bukan untukmu
tidak penting, menyelami dalamnya hati seseorang
lihat saja pada matanya, bukan kata-katanya
tentang seseorang | dian
Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku
Aku lari ke pantai, kemudian teriakku
Sepi-sepi dan sendiri
Aku benci
Aku ingin bingar,
Aku mau di pasar Bosan
Aku dengan penat,Dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga jika Ku sendiri
Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh,
Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih,
Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera
Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?
bosan aku dengan penat
dan enyah saja kau pekat
seperti berjelaga jika kusendiri
3.31.2012
I feel nothing
Tuhan memang adil, tapi aku merasa ada kekejaman dalam keadilanNya.
Sungguh, dulu aku bukan anak cengeng. Sebelum akhirnya, banyak hal tidak memberiku pilihan untuk berbuat, selain menangis dan menangis.
Masa lalu bukan untuk diingat-ingat, bukan pula untuk dilupakan. Hmm, entahlah. Mungkin jika Tuhan mengijinkan, aku ingin melupakan masa lalu yang amat sangat mengganggu ini.
Tidak satu orangpun ingin mengingat-ingat cerita/pengalaman yang menyedihkan dan berbagai hal yang menyebabkan sakit di dada. Tapi masa lalu sering datang begitu saja, tanpa permisi dan membuat air mata mengalir lagi.
Ia ibarat album kenangan, mereka memiliki daya tarik agar kita membukanya kembali. And, of course, many things we shall find at there. Sadness, happiness, messy, foolish, love, etc. But i used to not really care of the other situation besides sadness.Huh! Yes, it’s always walking around in my memory, and ask me to correct.
Indeed, i spend a lot more time vain. To write this trash. But i haven’t any choice to share this distraction.
“Let the past gone!!” That’s good idea. But i’m frown.
I work hard at keeping past seperate from present, but it’s not always easy.
3.30.2012
Anak Sholeh
“Punya anak soleh itu penting loh.”
Kita (perempuan) adalah calon-calon ibu. Kelak kita pasti mendambakan anak-anak yang tidak hanya lucu, tapi juga akan tumbuh menjadi putra-puteri yang sholeh dan sholeha. Anak yang sholeh berasal dari orangtua (ibu) yang sholeh juga. Dan bagaimana mungkin si A bisa menjadi anak yang sholeh jika ibunya sendiri ‘tidak sholeh’. Bagaimana ibu tersebut bisa mengajarkan anak laki-lakinya tentang hormat menghormati, mengajarkan anak perempuannya tentang harga diri?
Kasarnya, anak itu seperti investasi. Yang akan menolong kita (ibunya) kelak.
Menjadi wanita/anak sholeha juga tidak bisa sekaligus, bukan? secepat kilat, apalagi tiba-tiba. Boleh dicoba mulai dari sekarang. Pelan-pelan, yang penting ridha dan ikhlas. Karena sesuatu yang dipaksakan tidak akan baik pada akhirnya.
“Hari jum’at itu bisa dibilang Lebaran mingguannya umat muslim. Katanya di dalam kubur nih, setiap orang yang sudah meninggal itu membutuhkan do’a dari kita-kita yang masih hidup. Dan mereka sangat senang luar biasa saat datang hari jum’at. Karena banyak do’a dikirim, dan berbagai siksa dihentikan (libur).”
Alkisah di alam barzah, ada seorang ibu yang selalu hanya duduk tenang saja, sementara orang-orang ditempat yang sama sibuk berebut do’a.
Seorang bapak bertanya padanya “Bu, mengapa tidak ikut dengan yang lainnya?”
si ibu menjawab “Tidak ah, ada anak saya yang mendo’akan.”
Suatu ketika, tiba-tiba si ibu ikut-ikutan berebut do’a.
Karena penasaran si bapak bertanya lagi “Bu mengapa ikut rebutan, anaknya kemana?”
si ibu menjawab “Iya, anak saya sudah meninggal.”
“Ngeri loh kalo inget kesitu.”
3.27.2012
Jun
Kami duduk pada anak tangga yang sama. Tak satu patah katapun keluar dari mulutku begitu juga Jun. Tiba-tiba Jun menangis.
“Kenapa Jun, ada apa?”
Tapi tidak aku lakukan.
“Jun! aku punya game baru, main yuk!”
Ada dua pilihan : diacuhkan; atau mendapat omelan. Aneh. Dalam situasi begini, lebih mudah merayu anak kecil daripada perempuan seumuran.
Apa peduliku? Mengapa jadi bingung begini?
“Kangen teman-teman ya?”
“Kita habis belanja kemarin. Sayang, hanya satu hari. Setelah itu mereka pulang lagi.”
Egois sekali! Untuk apa mencari yang tidak ada atau yang sudah pergi? Banyak orang menyayangi Jun disini. Yang ingin menjadi temannya banyak. Lebih dari itu sahabat atau teman dekat. Yang dia perlukan hanyalah membuka diri.
“Hey! kamu tidak harus mengabiskan uang jika menjadi teman kami!”
Lagi-lagi, aku makan sandal hari ini.
3.24.2012
Jarak (2)
copyright komentar puisiku/ jendelasastra
JARAK ITU MENYIMPAN
JARAK ITU MENYIMPAN RINDU
MENYIMPAN KEHANGATAN DI SAAT ADA
JARAK ITU ADALAH WAKTUMU UNTUK MENGINGATKU
by: jufri naldi
Berjarak Tapi Tak Berukur
waktu tempur yang tak berukur
memusat ke satu ruang
terhenti,terhenti dan berakhir
dari lahir ke liang kubur.......
by: LL. fiano
Pungutlah Jarak
pungutlah jarak di reruntuhan waktu
yang melantunkan lagu kalbu membatu
bersama serpihan pelangi membelit
rindu. begitu jauh terbersit
by: edi sst
Selamat Tidur
Kucoba memulainya dari cinta.
Cinta meniti kebahagiaan rapuh tanpa bisa kutemukan letak tiang-tiang penyangga yang menguatkannya agar tetap berdiri pada porsi cinta yang wajar.
Kita menyebutnya cinta. Walau hanya berupa amarah dan air mata yang tak ada habisnya. Cinta memberikan senyuman yang manisnya melebihi coklat dan gula. Sedetik kemudian melebur menjadi tetesan air mata. Apakah cinta selalu begitu? Tidak tahu.
Akan kumakan semua, aku habiskan, hingga tak ada lagi sisa. Hanya karena aku tahu kau istimewa.
Aku menyayangimu,
3.15.2012
Cerita Malam
Terkadang kita hanya butuh satu tempat untuk bertanya, mungkin lebih pada seseorang yang berpengalaman agar kita langsung mendapat jawaban. Tapi tidak juga, seseorang yang bisa diajak bercerita saja setidaknya bisa lebih menyenangkan.
Hanya satu dari sekian banyak pilihan disekitarku, cukup satu yang aku mau. Yang menatap mataku dan tidak tertawa apalagi mengernyitkan alis hingga dekat mata, aku tak suka.
Entah sejak kapan aku mulai merasa tidak aman. Bahkan tidak nyaman berada dikamar sendirian, mengingat diriku lebih suka sepi dan keheningan.
Sebetulnya, aku belum mampu membedakan halusinasi, kenyataan, sugesti, juga alam bawah sadar. Otak kita terlaru rumit untuk dipelajari satu-satu, bukan? Singkat kata, aku hanya tau tidur dan bangun, itu saja. Tidur adalah ketika kita berada diatas pembaringan yang empuk, sementara otak kita mengembara, berjalan, kadang berlari atau sesekali bolehlah terjatuh. Atau kita lupa, blank semuanya menjadi hitam.
Aku masih merasa sedang memeluk bantal dengan erat, meski mataku terpejam tapi aku masih bisa mengingat-ingat mimpi semalam. Aku masih ingat kejadian dan aktivitasku dari pagi hingga malam, dan itu artinya aku sudah bangun.
Dan aku memang sedang terjaga dari tidur. Aku juga tahu bahwa ini alam nyata bukan kembang tidur, saat dimana ada suara memangil namaku, langkah, kelereng, tangis, atau bahkan suara berisik menusuk telinga yang akupun tak tahu apa itu.
***
Yang paling terbaru adalah kejadian semalam. Aku memang sudah terbangun dan agak sulit kembali tidur. Seingatku pukul 02.00 dini hari, sambil berbaring dibawah selimut aku masih asik mencocokkan pakaian dengan sepatu dipikiranku. Dan memang hanya itu yang sedang kupikirkan terus beberapa hari ini. Sontak aku kaget dan merasakan jantungku berdebar sangat cepat saat kudengar sebuah benda memukul benda yang lain, awalnya aku anggap saja itu tikus loncat-loncat. Jantungku semakin berdegup kencang karena kemudian disusul pukulan pada tiang besi pegangan tangga. Baru kali itu aku merasakan jantungku bekerja maksimal. Tidak ada yang bisa aku lakukan, selain melusup dalam bantal dan berdo’a. Namu perlahan, suara bising itupun berhenti bersamaan dengan detak jantung yang kembali stabil.
Aku semakin sulit tidur. Mataku kupejamkan dengan paksa dibalik bantal. Suara detik jam menyadarkan bahwa malam masih panjang. Sekitar satu jam kemudian, kudengar suara pukulan pada pegangan tangga itu kembali. Dengan urutan nada yang lebih teratur. Jika ku tuliskan, mungkin seperti ini “tek-terektek-tek-tek” tidak asing kan? Lanjut, suara itu terus diulang beberapa kali, kadang sangat keras, pelan dan sangat pelan. Dalam keadaan cekam begitu, aku malah menjadi geli dan cenderung ingin tertawa mendengar pukulan yang sama diulang dan diulang lagi dengan nada yang sama sekali tak menakutkan. Yaah walaupun aku tegang juga sebetulnya. Aku sempat beranikan diri menengok kearah suara yang sudah berhenti tapi hanya terlihat sedikit dan sepi.
03.30
Waktu menunjukkan malam segera habis, tepatnya sudah habis (subuh). Tak lama, suara itu datang lagi. Sepertinya aku sudah tidak terlalu takut seperti tadi. Kunikmati saja, mau apa lagi? Kadang bunyi-bunyian juga muncul dari tempat lain. Misalnya suara yang aku tangkap seperti kuku yang diketuk. Seperti biasa, besi tangga itu kembali bunyinya. Malah lebih sering dan ditutup dengan pukulan yang mungkin pada bangku plastik didepan kamar. Bunyinya memang tak jauh dari sekitar situ. seperti orang bermain drum. “pemenangnya adalah ........” Nah di titik2 itu biasanya ada suara drum, kurang lebih seperti itulah, dan tanpa akhiran.
Saat itu ada empat orang dikamar, tak satupun terbangun atau tersentak oleh suara yang lumayan sangat keras tepat didepan kamar. Mungkin hanya aku yang mendengar? Biarlah... toh paginya aku langsung pulang kerumah tanpa cerita apapun pada kaka, anak kakak (keponakan) dan tetangga yang menginap.
***
Pengalaman seperti ini, sudah lama tak pernah aku bagi selain pada teman dan orang terdekat. Tapi sulit juga meyakinkan mereka bahwa aku ini benar. Terkadang juga lebih baik diam. Karena akan menyakitkan jika orang lain mendengar tapi tak mengerti.
Beberapa kali aku tertarik dengan hal-hal yang tak banyak orang ketahui. Tapi aku tidak tahu jadinya akan begini. Hingga seiring waktu semua terasa semakin berarti.
Septi
15 Maret 2012











