8.10.2011

Anak Gadis Papah



Adakah yang lebih mencintaimu selain aku, Pah? Tak jumpa dengan sosokmu seminggu ini membuatku sedikit khawatir. Mungkin rindunya lebih daripada rindu pada kekasih. Yang rasanya tidak bisa dijabarkan satu persatu. Lidahku kelu untuk sekedar mengatakan, “aku kangen papah, cepat pulang ya”. Iya aku malu mengatakannya, saat tak pernah malu mengucap rindu pada kekasih sendiri.

Kurunut lagi kebiasaan-kebiasaan kami yang lalu. Konversasi berjam-jam yang sarat dengan petuah. Bahwa aku harus selalu berpikir panjang jika akan melakukan segala sesuatu. Bahwa aku tak boleh menangis, karena semakin sedikit air mata yang tumpah maka akan semakin cepat mimpiku terwujud. Bahwa kau bilang tak akan pernah tinggalkanku karena aku kesayanganmu.

Jika orang bertanya siapa guru terbaikku yang pertama kali mengenalkan abjad, tentu kau orangnya. Saat keluarga kita tak punya cukup uang untuk biaya sekolah Taman Kanak-Kanak, kau tampil sebagai guru pertama kali. Selepas magrib aku akan diajarkan menulis. Pensil harus selalu diserut dan buku tulis bersampul coklat itu harus digaris tepi kanan kirinya. Aku diajarkan rapi sedari dulu. Dulu kau memang tak pernah ajarkan aku prosa, sajak, puisi indah atau rima yang menari di setiap tulisan karena sekolahmu sendiri tak pernah tinggi. Diajarkannya juga aku menggambar, sayangnya gambarku selalu buruk. Acak-acakan dan tak jelas. Saat contoh gambarmu selalu bagus dan aku hampir putus asa jika gambarku tak sedikitpun mirip denganmu. Aku lebih suka menulis, tenggelam dengan pensil bergaris merah dan hitamku di lantai. Berderet-deret huruf kucontoh dari tulisanmu yang paling atas.

Pah, tak apa jika kau selalu marah karena aku lekas mengantuk akibat terlalu banyak main di siang hari. Tak apa kau cuma mampu membelikan buku cerita rakyat ketimbang membelikanku buku bersampul warna-warni dan mahal. Tapi kau yang membuatku selalu disayang guru Bahasa Indonesiaku, menyukai barisan kalimat indah dan yang paling penting bisa menulis surat cinta untukmu Pah..


Aku cuma gadis kecilmu.. Masih memiliki sifat yang sama seperti dulu ketika masih berlarian memakai kaus kutang dan celana dalam ke mana-mana. Yang selalu dilarang bermain hujan dan cuma menatap iri pada anak lain seumuranku. Harus berteduh sendirian saat anak-anak lain pulang beramai-ramai sambil hujan-hujanan dan membuatku harus rela pulang sendirian setelah reda. Aku yang tak berani pulang ke rumah jika nilaiku dulu bukan “jipel”, kata lain dari 100, dan aku pernah memalsukan tanda tanganmu di nilai hasil ulangan yang harus dikembalikan pada Bu Guru.

Pah, aku selalu membelamu. Sebesar apapun kesalahan itu. Karena kuyakin Tuhan punya jawaban sendiri atas apa yang terjadi. Kau ingat kan Pah, saat berumur 10 tahun aku pernah menggegerkan kampung karena menyiram wajah orang dengan bubur kacang hijau hanya karena dia bicara sembarangan tentangmu. Seberani itu aku lakukan karena tak pernah rela orang lain bicara kasar tentangmu. Dan catatan kecilmu waktu itu bermula dengan kata-kata bahwa aku sangat badung.


Satu hal yang selalu kuingat bahwa tak ada cinta darimu yang pernah terbagi, karena cinta untukku cuma satu kan Pah. Terlalu banyak hal manis tentangmu. Coba kuceritakan satu hal, kau pasti ingat berdua kita pernah bersirobok dengan tak ramahnya Ibukota. Saat motor besarmu tak mampu menembus banjir, berputar-putar di arah jalan pulang dan kelelahan di warung Indomie. Menikmati teh panas, gorengan dan menertawakan hujan yang rajin berkunjung belakangan ini. Saat sepatu dan pantalonmu basah kita akhirnya pulang dengan saling bercerita di jalan. Teringat pula saat aku harus wawancara kerja terakhir, kau melaju dikecepatan 100 km/jam karena tak ingin gadismu kehilangan kesempatan. Ah Papah, sejuta bahkan semilyar kata tak cukup gambarkan semuanya. Betapa aku tak pernah bisa menahan bulir-bulir hangat jatuh di pipi untuk sekedar mengingat apa yang sudah pernah kau lakukan untukku.


Rindu. .



Aku, kami dan ayah
Aku dan ayah bersahabat sejak lama
Sangat menyenangkan mengenalnya.
Bermain bersama.. hingga aku beranjak remaja.

Ayah adalah sosok yang istimewa.
Walau kadang melotot, aku tetap rindu pelukannya.

Ayah sosok yang (over) protective terhadap anak perempuannya. Betul ?
Iya takut kehilangan. Iya tau, bahwa kelak putri kecilnya akan menjadi dewasa dan memilih tinggal bersama orang yang dicintainya (suaminya).

Aku rindu sosok ayah yang dulu... sugguh !
aku rindu bagaimana iya mengerutkan dahi dan menatapku tajam saat seorang pria kecil mengantarku pulang..
Aku akan selalu sayang ayah, apapun keadaannya.

dimana ayah sekarang??  I want him to be here !!

8.09.2011

Jadi Penulis






Malam ini. Mungkin pagi ini, entah mengapa rasanya sulit untuk memejamkan mata.
Seperti biasa, setelah menulis beberapa kalimat untuk ditampilkan di blog saya, saya selalu browsing mencari inspirasi dari sebuah blog milik seseorang.
Saya sangat takjub dengan tulisan-tulisannya. “seandainya saya sehebat beliau..”

Saya ingin menjadi seseorang yang bisa mencurahkan, memberikan bait-bait kalimat indah yang bisa menyihir para pembacanya, melebihi kharisma sihir Harry Potter yang saya kurang mengerti jalan ceritanya,
*tetapi lebih sering membuat saya cemburu.

Ingin rasanya menjadi seorang penulis. Mungkinkah? mungkinkah???

Sebuah Pilihan


Hidup kita didunia ini hanya sementara. CUMA LEWAT! Katanya...
Aku percaya.
Aku sering termenung sendiri, kadang aku ingin seperti mereka, seperti status-status dan activity di social netwok (facebook) atau mereka yang mulai mengganti rumah kedua.
Mungkin aku akan menyusul, tidak ingin tidak. Meski kadang hal bodoh merasuk dalam diriku yang mengatakan aku tak mampu atau aku yang mulai sedikit ragu.
Tapi aku tidak membiarkan ini berlalu. Segera aku singkap dan aku hapus agak menekan agar tak berbekas sedikitpun.
Kelak aku ingin menjadi orang “besar”. Setiap orang mengiginkan hal yang sama.
Akupun yakin, setiap orang menginginkan kesuksesan dalam hidup mereka.

Aku berfikir dan terus berfikir. Ditengah hujan, panas terik, dinginnya embun yang membuat hatiku layu dan jiwaku yang membeku.
Jika aku menjadi orang “besar” artinya aku menjadi orang sibuk dengan kertas-kertas diatas meja kerjaku, aku akan menelantarkan anak dan suami tercintaku, oh tidak , mungkin saat itu isi rumah masih sepi, tanpa putra putri, karena tidak ada laki-laki yang mau mendekat denganku.
Parahnya, aku mungkin lupa agamaku.

Aku masih ingat, saat di SMP dulu, aku pernah menulis namaku disepucuk kertas dengan gelar yang berderet beserta embel-embel lainnya. Aku berikan pada temanku, iapun menulis yang sama dan berlanjut terus. Hingga aku simpan dan entah dimana sekarang.

Aku bersyukur bahkan sangat bersyukur
Karena Tuhan masih memberi waktu
Untuk aku memilih masa depanku.
Manusia memiliki batas kemampuan. Itu yang aku tau.
Semakin besar kedudukan seseorang, semakin besar pula tanggung jawab yang harus mereka emban.
Aku tak ingin lagi gelar yang berlebihan...
Cukup tertulis huruf Hj sebelum nama depanku, sebelum nama depan kedua orang tuaku.
Bukan untuk mampang, atau ingin dilihat orang.
Ini hanya sebuah impian sederhana, atau lebih tepatnya sebuah kewajiban yang ingin dan harus tercapai jika Tuhan mengijinkannya.
Jaman sekarang, hal seperti ini memanglah sudahlah biasa.
Namun aku hanya melihat euforia disana untuk menandakan (nama jalan).

Impianku
Mungkin kelak aku akan menjadi wanita dengan jubah hitam(semoga ada warna lain) dengan cadar yang melingkar dipipinya. Wajah tertunduk dihadapan tangan lembut laki-laki dengan leher bersorban.
Maaf,bukan ingin terlihat fanatik atau ingin dilirik sinis orang dengan hati yang bergumam “teroris”.
Setiap orang memiliki pilihan !!
Mengertilah.. aku bukan seseorang yang nanggung.

Aku sadar benar, bagaimana setiap orang hanya mengejar dunia saja. Teramat sibuk. Hingga melupakan waktu bercinta bersama Penciptanya. Termasuk aku. Ya aku...
Meski tidak semua..
Tapi tak pernah luput dari pandangan, pendengaran, bagaimana kebanyakan orang berlomba lomba mencapai kekayaan, kemakmuran hidup tanpa mengerti bahwa jika nafas berhenti kesejahteraannya pun pergi tanpa arti.

Bukankah begitu menakutkan sakaratul maut itu??
Lalu bagaimana dengan siksa kubur yang memang benar ada?
Atau padang masyar atau jembatan sirotul mustakim...
Syurga dan neraka.
Aku tak bisa bayangkan.. !!

Aku tidak ingin mengejar dunia semata..


8.07.2011

Langitku


Malam ini aku melihat langit nampak begitu cerah. Dihiasi indahnya terang bulan dan bertabur gemerlap bintang. Tidak seperti biasanya, kini ia tampil dengan selendang sutra dibahu kanan.
Ia nampak begitu *pangling.
Dengan senyuman pesona aku bertanya pada langit.
“langit apakah yang menjadikanmu nampak begitu sempurna?”
Langit menjawab “sungguh kesempurnaan yang ada ini tidaklah nyata.”
“Tapi keindahanmu ini membuat ku tak ingin berpaling darimu, kau harus menemanimu hingga pagi nanti” jawabku.
Langit tertawa.. “tidakkah kau cukup bodoh untuk memandangku dari jarak ribuan mil jauhnya?”
“Mengapa? Sepertinya kau tidak rela?”
“aku berpenampilan begini untuk menemui seseorang. bukankah kau pernah merasakan indahnya jatuh cinta?”
“jatuh cinta? Pada siapa?” jawabku
Langit tidak menjawab. Ia malah nampak murung dan lesu, amat mencolok dari penampilan awalnya.
“jatuh cinta itu indah, membuatmu bernyanyi dan menari. Setiap apapun yang sedang kasmaran akan selalu merasa bahagia hatinya. Bagaimana denganmu?”
Langitpun mulai menangis...
“aku bukanlah sosok sempurna yang kau lihat itu. jika kau mendekat padaku, kau akan melihat betapa bulan megerutkan wajahnya untukmu. Mungkin sinar bintang akan membakar habis tubuhmu. Bukankah aku begitu kejam.. ?
Ada saatnya aku berwarna kelabu, kusut dan mendung. Setiap orang akan memalingkan mukanya dari tatapanku. Bahkan munutup kepala agar tidak terkena air mataku, dan pakaianmu akan basah kuyup karena ulahku.”
Aku terdiam menatap langit. Berapa lamakah iya telah memendam rasa sedih itu...?
“Kamu benar, kenyataan mengatakan bahwa kau tidaklah begitu sempurna. Karena kesempurnaan itu hanyalah milik Penciptamu seorang. Lalu, apa lagi yang harus kau hawatirkan?”
Mendengar pernyataanku, langitpun menghentikan tangisnya.
“apa kau masih ingin memandangku jika bulan dan bintang pergi meniggalkanku?” tanya langit kecewa.
“aku akan senantiasa ada untukkmu, karena awan-awan dibawahmu melindungiku dari panasnya sinar mentari, air hujan yang turun menyejukkan dan memberi kesegaran tanah untuk kelangsungan hidup kami. Bukankah kau begitu berarti???”
Ternyata langit tidak mudah percaya.
“ lihat selalu ada pelangi setelah hujan!”
Langitpun tersenyum.
“Aku pergi dulu, kau harus tidur nyenyak malam ini“




Ramadhan~ku, 2011


Hari ini tepat hari ketujuh di bulan ramadhan. Tapi untuk saya pribadi hari ini adalah hari pertama saya berpuasa di bulan ramadhan karena sempat halangan sejak satu minggu yang lalu, saat bulan penuh berkah ini baru menyapa setiap umat islam didunia.
Tidak enak sebetulnya, betapa saya ingin berpuasa ‘full’ dan beribadah dengan giat dan khusuk. Bukanlah kita tidak tahu apakah kita masih akan bertemu dengan ramadhan yang akan datang.?
Tapi bagaimana lagi, saya tidak bisa menentang hukum alam seorang wanita.

Hmm..
Bukan cuma itu. Ramadhan kali ini juga terasa begitu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.
Betapa saya sangat merindukan kehangatan berkumpul dengan keluarga saat sahur ataupun buka puasa. Sejujurnya saya rindu dengan  ramadhan tahun 2006 saat semua berkumpul disini. Saat itu saya masih duduk di kelas dua SMP.
Saya yakin setiap orang pasti memiliki ramadhan terindahnya masing-masing.
Walupun saya mengerti seharusnya setiap ramadhan harus selalu menjadi ramadhan terbaik dan terindah. Bulan ramadhan juga bukan semata-mata bulan penuh berkah dimana kita hanya berlomba-lomba berbuat baik dan megumpulkan pahala untuk kehidupan yang akan datang kelak.
Benar memang...
Tapi arti ramadhan yang paling bermakna menurut saya adalah dimana kita bisa lebih mendekatkan diri dan beribadah dengan ikhlas kepadaNya.

Cinta dan Kasih Sayang, Apa Bedanya ??


Saya tidak mengerti tentang cinta.
Apakah perbedaan antara cinta dengan kasih sayang ???
Seorang guru fisika pernah pernah bertanya pada muridnya. (fisika=cinta? ga nyambung sih, tapi ini fakta).  “apa itu cinta?” katanya. Si muridpun menjawab tanpa ragu “cinta itu kasih sayang.”
Tapi tidak menurut saya.. mengapa??

Bila kita mendengar kata cinta atau love. Saya yakin hal yang pertama kali terlintas dalam fikiran anda adalah sang kekasih. Meskipun banyak orang yang menafsirkan bahwa cinta itu tidak saja melulu untuk pasangan atau teman hidup.
Membahas cinta dan kasih sayang, setiap orang pasti memiliki opini yang berbeda antara satu dengan yang lain.
Sedang menurut pandangan saya sendiri, cinta itu hanyalah sebuah ketertarikan terhadap sesuatu, (tidak selalu pada lawan jenis ataupun benda hidup) ketertarikan itu dapat membuat sesorang ingin selalu melihat dan menimbulkan hasrat untuk memiliki.

Sebagai contoh ketika kita sedang jalan-jalan disebuah mall atau pusat perbelanjaan, sepintas melalui ujung mata terlihat ada sesuatu yang berkilau.. *hihi gigi kali berkilauu..
yaa kakipun berjalan mendekati(sedikit berlari karena penasaran) akhirnya matapun langsung jatuh cinta pada sepasang sepatu yang demikian cantiknya.
Walaupun sepatu letaknya dikaki, tapi bagi sebagian wanita justru sepatu tidak boleh ketinggalan modis. Oke, lanjut ciinn..
belum lagi disitu bertuliskan LIMITED ADITION! *wow..
mulai deh tuh rasa ingin memilikinya semakin tinggi. Sepatunya bagusss, waktu liat harganyaa bagus jugaaa (mahal! Namanya juga limited adition). Tapi walau begitu bukan berarti kita menyerah lalu menaruh kembali sepatunya ditempat semula. Malahan kita rela, merengek sama ortu minta dibeliin, ga peduli disitu orang-orang pada merhatiin.
Sayangnya kita udah gede, ga bisa gitu...
Akhirnya terpaksa deh bongkar celengan atau nabung dulu, tapi awas waktu dana sudah mencukupi bisa-bisa sepatu udah ada yang beli. Hehe
Atau saking mepet... aduh jangan deh ngelakuin dosa.. mencuri misalnya. *say NO
Yang namanya cinta kan ga bisa dipaksakan... harus ada persetujuan antara kedua belah pihak. ^^v

Ya sudah tidak perlu panjang-panjang ceritanya. Saya yakin kalian mengerti maksud saya.
Itulah cinta. Membuat seseorang rela melakukan apa saja untuk memilikinya.
Cinta bisa membuat sesorang menjadi gila. Banyak ko orang yang gila karena cinta.
Ada juga orang yang nekat mengakhiri hidup karena putus cinta. ( kasiann bangeett )

Berbeda dengan kasih sayang. Kasih sayang terkesan lebih lembut, lebih ramah terhadap para penganut kasih sayang. Hehe (emang ada?)
Cinta kepada orang tua, kakak, ade, saudara, sahabat,teman-teman (maaf yang tidak disebut) itu lebih cenderung kepada rasa kasih sayang. Takut apabila orang yang disayang terluka atau tersakiti, tidak ingin melihat orang yang disayangi bersedih, (de el el yang bisa bikin terharu).

Dari beberapa uraian diatas, tentunya kasih sayang dengan cinta... It be different!
Apakah cinta bila kita menangis karenannya?
Apakah cinta bila kehormatan seorang gadis direnggut olehnya?
Baik dipaksa atau tidak, tetap saja termasuk kejahatan.
Bisa disebut tindak kriminalitas atas nama cinta ! *tepuk tangan

Hhhh.. cape juga kalo demo lagi puasa.. hehe.
Jadi intinya... kata cinta itu memang luas maknanya. Tergantung bagaimana seseorang itu melihat dari sisi sebelah mana. Mungkin jika ada yang baca tulisan ini, bisa jadi mendukung atau malah menolak dengan keras.

Tapi saya yakin, tidak akan ada yang berani menentang kalimat dibagian akhir ini..
Sesungguhnya cinta yang paling mutlak dan selalu menghadirkan segala kebaikan, cinta yang ikhlas, adalah cinta kepada Allah Subhanahu wata’ala. Indah banget kaan ?!

Semoga kita termasuk orang-orang yang diberkahi dan selalu mendapat rahmatNya. Amin